Garmin Hadirkan Beragam Inovasi Kesehatan Digital Global dalam Garmin Health Summit 2026 di Bangkok

Acara Summit tahunan mempertemukan pemimpin industri dan menyoroti solusi kesehatan digital dari berbagai negara melalui Garmin Health Awards.
Jakarta, 30 Oktober 2026 – Garmin mengumumkan para penerima Garmin Health Awards 2026, penghargaan yang mengapresiasi solusi kesehatan digital inovatif. Penghargaan ini diserahkan pada penutupan Garmin Health Summit tahunan di Bangkok, Thailand. Para inovator yang mendapat penghargaan memanfaatkan Garmin Health Connected Ecosystem (GHCE), yaitu ekosistem yang menggabungkan perangkat wearable Garmin dengan Garmin Health API dan SDK. API dan SDK merupakan perangkat integrasi yang memungkinkan organisasi menghubungkan data dari wearable ke aplikasi atau sistem mereka untuk mendukung layanan kesehatan dan kesejahteraan.
“Ketika data berkualitas tinggi dari perangkat wearable semakin penting untuk memberikan masukan yang personal dan pendekatan kesehatan serta kebugaran yang dapat disesuaikan, para peserta, finalis, dan pemenang Awards terus menunjukkan pemikiran visioner dalam membentuk ulang berbagai sektor, termasuk riset, layanan kesehatan, asuransi, dan bidang lainnya. Terima kasih kepada semua pihak yang hadir di Summit tahun ini dan menjadikannya acara yang bermakna serta menginspirasi,” Susan Lyman, Wakil Presiden Consumer Sales and Marketing Garmin.

Penerima Garmin Health Awards 2026
Expert Choice – Montefiore Einstein, pusat kanker yang berbasis di Amerika Serikat, memanfaatkan GHCE dalam uji prospektif terhadap pasien kanker yang menjalani radioterapi, kemoterapi, dan imunoterapi. Penggunaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas harian pasien dapat dipantau melalui wearable. Menurut deskripsi program, studi ini menjadi yang pertama menunjukkan bahwa data wearable dapat dikumpulkan secara pasif sebelum terapi untuk membantu mengidentifikasi pasien yang berpotensi mengalami kesulitan selama menjalani pengobatan.
People’s Choice – HeraMED adalah perusahaan publik asal Australia, mengembangkan layanan kesehatan perempuan yang personal, berkelanjutan, dan didukung AI. Platform berbasis data ini dirancang untuk mendukung perempuan selama kehamilan, masa setelah melahirkan, menopause, serta dalam menghadapi kondisi kronis, melalui satu sistem yang terpadu dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Latar Belakang Garmin Health Awards
Finalis tahun ini terpilih dari 113 pengajuan yang berasal dari 31 negara. Mereka mempresentasikan solusi masing-masing di hadapan dua panel juri: panel pakar industri dan panel yang terdiri dari peserta Summit. Setiap pengajuan dinilai berdasarkan manfaat bagi pelanggan, skalabilitas, keunikan, inovasi, kinerja, serta kesesuaiannya dengan bidang fokus Garmin Health, yaitu layanan kesehatan dan riset, asuransi dan kesejahteraan karyawan, serta kebugaran dan wellness.
Pemenang kategori Expert’s Choice dan People’s Choice masing-masing menerima smartwatch dan fitness tracker Garmin dengan nilai hadiah hingga US$10.000.

Pengumuman dan update dari Garmin Health Summit
Garmin Health Summit 2026 di Bangkok dibuka dengan acara media khusus yang diselenggarakan berdasarkan undangan dan dihadiri oleh para jurnalis yang berfokus pada kesehatan digital serta teknologi wearable. Dalam sesi ini, Garmin menghadirkan paparan dari jajaran eksekutif, wawasan mengenai perkembangan bisnis, contoh penerapan teknologi wearable dalam berbagai situasi nyata, serta temuan awal dari sejumlah penelitian yang memanfaatkan data perangkat wearable.
Dalam sesi mengenai perkembangan bisnis Garmin Health, Jörn Watzke, Senior Director Garmin Health Global Sales, membagikan perkembangan bisnis Garmin Health di Asia dan berbagai wilayah lain di dunia. Ia juga mengulas sektor industri dan negara yang menunjukkan adopsi integrasi data wearable paling pesat, sekaligus memberikan gambaran mengenai perkembangan pemanfaatan teknologi ini di berbagai bidang.
Pembahasan kemudian berlanjut pada metrik umur panjang (longevity) dan healthspan, yaitu rentang waktu seseorang menjalani hidup dalam kondisi sehat. Scott Burgett, Senior Director Garmin Health Engineering, memaparkan bagaimana data biometrik dari perangkat Garmin dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kedua aspek tersebut. Para panelis dari berbagai negara turut bertukar pandangan mengenai pendekatan untuk mendukung umur panjang, termasuk bagaimana perawatan preventif dan kebijakan kesehatan dapat dikembangkan pada masa mendatang.

Sementara itu, Prof. Dr. Francesco Pagnini membagikan temuan awal dari proyek penelitian yang tengah berlangsung, termasuk risetnya bersama European Space Agency (ESA) dan Angkatan Laut Italia. Dalam penelitian tersebut, data dari perangkat wearable Garmin¹ digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara pikiran dan tubuh dalam lingkungan ekstrem. Pemaparan ini turut menunjukkan bagaimana data wearable dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari penelitian untuk memahami respons manusia dalam kondisi yang menantang.
Keynote dan Presentasi Pakar
Pada hari kedua, Garmin Health Summit mempertemukan lebih dari 200 eksekutif dan pemimpin industri untuk membahas perkembangan serta masa depan integrasi teknologi wearable di berbagai sektor, mulai dari layanan kesehatan, asuransi, tunjangan karyawan, hingga kebugaran. Melalui rangkaian diskusi dan presentasi, para peserta bertukar wawasan mengenai pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, personal, dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu agenda utama adalah keynote dari Dr. Sangita Reddy, Joint Managing Director Apollo Hospitals, bertajuk “From Hospitals to Everywhere: Reimagining Care with AI and Technology”. Dalam sesi tersebut, Dr. Reddy membagikan pandangannya tentang perkembangan kesehatan digital serta potensi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi komunitas yang selama ini belum mendapatkan layanan secara memadai.

Summit ini juga menghadirkan sejumlah pakar yang membahas penerapan data wearable dalam berbagai bidang kesehatan dan kesejahteraan. Jaemy Park dari Thyroscope, misalnya, mengulas pemanfaatan detak jantung saat tidur sebagai biomarker digital untuk mendukung perawatan kesehatan tiroid. Sementara itu, Dr. Amy Elliott, Chief Clinical Research Officer di Avera Research Institute, bersama Dr. Christa Friedrich, Director of Research Operations di lembaga yang sama, mempresentasikan penelitian bertajuk “From Wrist to Outcomes: Integrating Garmin Wearables into the NIH ECHO Study Across Pregnancy and Childhood”, yang membahas integrasi perangkat wearable Garmin dalam studi NIH ECHO yang mencakup kehamilan hingga masa kanak-kanak. Dari perspektif keselamatan dan kesehatan kerja, Dylan Hartley dari WHG Solutions turut membahas pemantauan dan pengelolaan kelelahan pada pengemudi truk.
Pembahasan mengenai kesejahteraan karyawan tersebut juga relevan dengan tantangan kesehatan mental di lingkungan kerja yang menjadi perhatian global. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi dan kecemasan diperkirakan menyebabkan hilangnya sekitar 12 miliar hari kerja setiap tahun di seluruh dunia, dengan kerugian produktivitas mencapai US$1 triliun per tahun. Data ini menggambarkan besarnya tantangan kesehatan mental di tempat kerja sekaligus pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan karyawan. Namun, angka tersebut merupakan estimasi global dan bukan pengukuran dampak dari teknologi wearable maupun solusi yang dipresentasikan dalam Garmin Health Summit.
Kolaborasi Lintas Negara untuk Masa Depan Kesehatan Digital
Garmin Health Summit diselenggarakan setiap tahun di kota yang berbeda. Kota penyelenggara sebelumnya mencakup New York City, Praha, dan Singapura. Summit menjadi kesempatan bagi mitra global Garmin Health untuk bertukar pengetahuan, membangun jejaring, dan mengeksplorasi penerapan data wearable di berbagai bidang.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Garmin Health Summit, kunjungi halaman resmi Garmin Health Summit. Untuk informasi tentang solusi Garmin Health, kunjungi garmin.com/health atau halaman ekosistem Garmin Health untuk Indonesia di Garmin Health Indonesia.
1Perangkat wearable Garmin adalah perangkat kesehatan untuk konsumen dan bukan perangkat medis yang dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah, atau memantau kondisi medis. Setiap fungsi medis atau klinis yang dijelaskan disediakan oleh solusi pihak ketiga, yang sepenuhnya didasarkan pada interpretasi pihak ketiga tersebut terhadap data yang dikumpulkan oleh aplikasinya melalui Garmin Health Connected Ecosystem atau sumber pihak ketiga.